Pwpb aplikasi web menggunakan teknologi framework

Codingan flappy bird

<html><head></head>

    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1, maximum-scale=1, minimum-scale=1, user-scalable=no, viewport-fit=cover">

    <meta charset="utf-8">

    <link rel="stylesheet" type="text/css" href="https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/styles.css">

    <link rel="manifest" href="https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/manifest.json">

    <style>@media screen and (min-aspect-ratio: 1280/720) {    #application-canvas.fill-mode-KEEP_ASPECT {        width: auto;        height: 100%;        margin: 0 auto;    }}</style>

    <title>Flappy Bird</title>

    <script src="https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/playcanvas-stable.min.js"></script>

    <script>

        ASSET_PREFIX = "https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/";

        SCRIPT_PREFIX = "https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/";

        SCENE_PATH = "404993.json";

        CONTEXT_OPTIONS = {

            'antialias': true,

            'alpha': false,

            'preserveDrawingBuffer': false,

            'preferWebGl2': true,

            'powerPreference': "default"

        };

        SCRIPTS = [ 37175323, 21399876, 4554207, 4554213, 4554214, 4554217, 4554270, 4554271, 4554273, 4554276, 4554279, 20754603, 20755574, 37175329, 37186400 ];

        CONFIG_FILENAME = "https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/config.json";

        INPUT_SETTINGS = {

            useKeyboard: true,

            useMouse: true,

            useGamepads: false,

            useTouch: true

        };

        pc.script.legacy = false;

        PRELOAD_MODULES = [

        ];

    </script>

<style type="text/css">body {

    background-color: #61bdd1;

}

#application-splash-wrapper {

    position: absolute;

    top: 0;

    left: 0;

    height: 100%;

    width: 100%;

    background-color: #283538;

}

#application-splash {

    position: absolute;

    top: calc(50% - 28px);

    width: 264px;

    left: calc(50% - 132px);

}

#application-splash img {

    width: 100%;

}

#progress-bar-container {

    margin: 20px auto 0 auto;

    height: 2px;

    width: 100%;

    background-color: #59b909;

}

#progress-bar {

    width: 0%;

    height: 100%;

    background-color: rgb(165, 24, 94);

}

@media (max-width: 480px) {

    #application-splash {

        width: 170px;

        left: calc(50% - 85px);

    }

}</style><script src="https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/__game-scripts.js"></script></head>

<body>

    <script src="https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/__start__.js"></script><canvas id="application-canvas" tabindex="0" width="990" height="733" style="width: 990px; height: 733px;" class="fill-mode-FILL_WINDOW"></canvas>

    <script src="https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/apps.playcanvas.com/DLgXf1zr/__loading__.js"></script>

</body></html>



 A. Teknologi Framework dalam Aplikasi



 Web Pada dasarnya framework sebagai suatu kumpulan fungsi (libraries) atau dapat diistilahkan sebagai koleksi/kumpulan potongan program yang disusun atau dior- ganisasikan sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan untuk membantu membuat aplikasi yang utuh tanpa harus membuat semua kodenya dari awal. 1. Konsep Framework dalam Aplikasi Berbasis Framework Penggunaan framework dapat menghemat waktu dan tenaga untuk hal-hal dasar yang sudah pernah dilakukan oleh programmer sebelumnya. Adapun dengan menggunakan framework kita dapat membuat sebuah aplikasi dari nol, serta membuat semua fungsi sendiri berdasarkan keinginan karena framework berisikan perintah dan fungsi dasar yang umum digunakan pada aplikasi maupun website.


a. Jenis Framework 


Terdapat dua jenis framework dalam duniaefisien dalam menyelesaikan sebuah project. 

b. Memudahkan Strukturisasi dan Standarisasi Pemrograman Apabila seorang programmer sedang mengembangkan sebuah aplikasi besar apalagi sistem yang dibangun termasuk yang berukuran 'raksasa, maka berbagai masalah akan bermunculan dengan sendirinya. Makin banyak kode-kode program yang dibuat akan makin sulit proses debugging-nya jika terjadi error program atau jalannya program tidak sesuai dengan yang diinginkan. Oleh sebab itu, memilih sebuah software framework yang memiliki standar serta struktur program yang baik guna memudahkan dalam menelusuri, mencari bagian-bagian dari kode program Anda yang mungkin perlu diperbaiki ataupun dikustomisasi. Misalnya pada framework CodeIgniter (CI) yang menggunakan konsep MVC (Model View Controller). Penggunaan framework Codelgniter membantu seorang programmer dalam menstrukturkan kode programnya berdasarkan konsep MVC, yaitu dengan memisahkan antara file-file tampilan/HTML pada bagian view. Adapun file-file yang menangani logika proses pada bagian controller dan file-file yang menyimpan fungsi procedure ataupun model pada bagian model. Dengan konsep MVC ini maka seorang programmer dapat memilah-milah antara model, view, controller, dan selanjutnya mengembangkan sendiri struktur programnya. Dengan demikian selain dapat menggunakan semua library yang disediakan oleh software framework ters dan juga nggunakagumkannya sebagai standar untuk menstrukturkan program.

 c. Memudahkan Koordinasi dan Pemeliharaan untuk Pemrograman Terdistribusi Pada pengembangan aplikasi yang berukuran besar sering kali seorang project manager harus melibatkan anggota tim programmer. Pekerjaan pada satu buah proyek yang besar harus didistribusikan kepada tim dengan jumlah yang banyak pula. Banyaknya programmer yang terlibat pada suatu proyek menciptakan per- masalahan yang tidak kalah rumit yaitu masalah standarisasi dan koordinasi, Sehebat apa pun tim programmer di dalam sebuah proyek tetapi jika tidak ter- koordinasi dengan baik dan standar yang baik di dalam membuat kode program, maka pengerjaan proyek tersebut bisa terlambat dan merugi. Dengan demikian, penggunaan software framework akan membuat terkoordinasinya pekerjaan tim dan dengan melibatkan banyak anggota programmer akan menjadikan sebuah proyek dapat dikerjakan dengan lebih cepat. Setiap programmer perlu memahami pentingnya memanfaatkan framework di dalam membangun sebuah aplikasi. Tanpa adanya sebuah software framework maka pengembangan sebuah aplikasi akan menjadi makin rumit dan memakan waktu yang lama. Oleh karena biasanya sebuah software framework akan mampu menangani seluruh hal-hal standar yang dibutuhkan di dalam pengembangan aplikasi. Namun, penggunaan framework bukan berarti bebas dari pengkodean ka- rena tetap menggunakan variabel dan fungsi-fungsi yang ada di sebuah framework tersebut. Oleh karena itulah, kerja menjadi efektif karena tidak harus membuat fungsi-fungsi lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat jam digital dengan arduino R3

Manajemen dan pengembangan usaha

Bab 3 pelajaran Pemrograman Berorientasi Objek Kls XII RPL